Rabu, 30 Mei 2012

SENI MERANGKAI BUNGA "IKEBANA"

Ikebana adalah seni kuno Jepang tentang bagaimana mengatur, memotong batang, daun, serta bunga dalam wadah atau kontainer.Banyak teknik yang harus dikuasai untuk menyusun batang dan bunga untuk memenuhi standar Ikebana yang baik. Tiga sampai lima tahun belajar kadang diperlukan untuk benar-benar menguasai keterampilan teknis dan estetika Ikebana. Sudah hampir 700 tahun Ikebana dipraktikkan. Dalam waktu itu telah berkembang pula beberapa gaya yang berbeda. Di antara beberapa gaya yang paling populer adalah Rikka (bunga tegak), Seika (bunga hidup), dan Nageire (campuran antara bunga tegak dan hidup). Gaya di atas umumnya disusun dalam vas tinggi. Sedang gaya Moribana biasanya disusun dalam wadah atau piring yang dangkal. Ikebana secara tradisional umumnya ditampilkan di ruang tamu dimana pemilik rumah menerima tamu-tamu mereka. Seiring perkembangan jaman, bunga Ikebana bisa dijumpai di lobi bangunan publik atau komersial. Pemilihan bunga sangat penting dalam ikebana. Bunga harus dipilih dengan cermat dan mesti dapat berpadu dengan wadah atau vasnya. Ketika memilih bunga, perangkai harus mempertimbangkan musim. Bunga, vas dan, musim harus benar-benar kompatibel. Tidak seperti desain seni merangkai bunga di barat, dimana bunga biasanya disusun berlapis, Ikebana menekankan pemakaian bunga dengan jumlah daun yang minimal untuk menampilkan kesan sederhana namun elegan. Seiring perkembangan waktu, ada pula gaya Ikebana yang terpengaruh seni merangkai bunga di barat. Gaya ini disebut sebagai Hanaisho. Meskipun berbagai jenis bunga digunakan dalam satu desain, dalam Ikebana bunga tidak disusun menumpuk untuk menciptakan keseimbangan. Ikebana mengutamakan keselarasan dengan alam, kesederhanaan, sekaligus desain yang elegan.
SEJARAH IKEBANA
Ikebana merupakan seni merangkai bunga dari Jepang yang telah dipraktikkan selama lebih dari 600 tahun.Ikebana dikembangkan dari ritual Budha yang awalnya digunakan untuk menawarkan persembahan bunga untuk roh-roh orang mati. Pada pertengahan abad kelima belas, dengan munculnya gaya klasik pertama, Ikebana mencapai status seni independen yang bebas dari kaitan dengan agama.Para praktisi Ikebana awal umumnya adalah pendeta dan kaum bangsawan. Namun, seiring waktu, banyak gaya berbeda yang akhirnya muncul, Ikebana pun mulai dipraktikkan di semua lapisan masyarakat Jepang. Awal Ikebana di Jepang Awal Ikebana dapat ditelusuri bersamaan dengan masuknya agama Budha ke jepang pada abad ke-6. Ikebana pada awalnya menjadi bagian dari ibadah persembahan bunga untuk menghormati Budha. Di India, tempat kelahiran agama Budha, bunga-bunga ditempatkan sangat informal dan kadang-kadang berserakan di altar. Pada abad ke 10, orang Jepang mulai menyajikan persembahan bunga mereka dalam rangkaian yang diletakkan dalam suatu wadah atau vas.Gaya tertua Ikebana berasal dari seorang pendeta dari Kuil Rokkakudo di Kyoto yang begitu ahli dalam merangkai bunga sehingga menjadi tempat bertanya bagi sejawatnya.Pendeta itu tinggal di tepi danau, yang dalam bahasa Jepangnya adalah Ikenobo. Nama Ikenobo kemudian melekat gaya yang diciptakan oleh pendeta itu. Evolusi Gaya Ikebana Pola dan gaya Ikebana terus berevolusi yang tadinya hanya digunakan untuk merangkai bunga persembahan hingga menjadi seni yang digemari dan dipraktikkan semua lapisan masyarakat.Berbagai naskah ditulis untuk mendokumentasikan Ikebana. Naskah tertua yang ditemukan disebut Sendensho yang merupakan kompilasi tulisan dari tahun 1443-1536. Sejak itu aturan dalam Ikebana lantas dibakukan. Dalam bentuk baku ini batang utama harus didampingi oleh dua batang yang lebih pendek. Ketiga batang ini mewakili langit, manusia, dan bumi. Pada tahun 1545, aliran Ikenobo, merumuskan prinsip-prinsip merangkai Rikka dengan menamai tujuh cabang utama yang digunakan dalam perangkaian bunga. Seiring waktu berlalu, Ikebana menjadi bagian utama dari festival tradisional Jepang, dan pameran Ikebana diadakan secara berkala
14 ISTILAH IKEBANA
Ikebana merupakan seni merangkai bunga yang berasal dari Jepang. Sebagai sebuah seni yang telah berumur berabad-abad, Ikebana telah berkembang menjadi seni yang kompleks dan memiliki banyak istilah.
Artikel ini menjelaskan beberapa istilah yang sering dijumpai dalam Ikebana: 1. Ikebana ‘Ike’ berarti hidup, dan ‘bana’ berarti bunga, yang diterjemahkan menjadi bunga hidup. Fitur paling penting dalam Ikebana adalah kombinasi dari bahan-bahan yang dipilih dalam keadaan yang sealami mungkin untuk menunjukkan harmoni. 2. Moribana Moribana adalah salah satu gaya dasar Ikebana. Moribana biasanya menggunakan wadah dangkal sebagai tempat merangkai bunga. Dua gaya moribana dasar mencakup, gaya tegak dan gaya miring. 3. Nageire Nageire merupakan gaya dasar lain dari Ikebana. Gaya ini menggunakan wadah (vas) tinggi dan perlu teknik khusus untuk merangkainya. Nageire juga memiliki dua gaya dasar, gaya tegak dan gaya miring. 4. Kakeizu Kakeizu adalah sebuah diagram yang menunjukkan posisi dan sudut bunga serta dedaunan dalam pengaturan Ikebana. 5. Kenzan Istilah ini hanya digunakan dalam pengaturan moribana. Kenzan merujuk pada sepotong logam dengan ujung runcing. Kenzan digunakan untuk memasukkan dan menahan bunga supaya tetap dalam posisinya. 6. Suiban Suiban adalah wadah (vas) dangkal yang digunakan dalam pengaturan moribana. 7. Shin Shin mengacu pada salah satu dari tiga batang utama dalam pengaturan Ikebana. Shin merupakan batang yang terpanjang. 8. Soe Soe mengacu pada salah satu dari tiga batang utama dalam pengaturan Ikebana. Soe merupakan batang terpanjang kedua. 9. Hikae Hikae mengacu pada salah satu dari tiga batang utama dalam pengaturan Ikebana. Hikae merupakan batang terpendek. 10. Shushi Ketiga batang utama disebut Shushi. Kesemuanya mewakili tinggi, lebar, dan kedalaman dari pengaturan Ikebana. 11. Juushi Batang pendukung dari batang utama disebut Juushi. Setiap batang utama memiliki batang pendukungnya sendiri, walaupun belum tentu demikian, tergantung pada seberapa kuat batang utama. 12. Jumonji-dome Suatu teknik yang digunakan dalam nageire, dimana bunga ditempatkan dengan disokong oleh batang menyilang yang diletakkan pada mulut vas. 13. Jika-dome Suatu teknik yang digunakan dalam nageire. Jika-dome adalah sebuah metode memasukkan bunga ke dalam vas dengan memotong ujung batang sehingga bersandar pada dinding bagian dalam wadah. 14. Soegi-dome Suatu teknik yang digunakan dalam nageire untuk menempatkan bunga dalam wadah/vas dengan membelah batang menjadi dua.[]
Sumber : Oke Tips Com

Tidak ada komentar: