Jumat, 20 Februari 2015

Berebut Kekuasaan dan Simpati antara Syaiful Jamil >< Ramzie, Hakiem, Rina dan Irvan

Sejatinya seluruh acara yang ditampilkan di media massa memiliki unsur pendidikan yang menonjol, tetapi keinginan seperti ini sering nampak sulit kita dapatkan pada acara D' Academi yang katanya ingin menlahirkan seorang penyanyi yang berkarakter, kreatif dan berpotensi luar biasa. Terus terang secara pribadi saya kadang terasa merasa bosan dan kecewa ketika terjadi perdebatan antara Syaiful Jamil yang bertindak  sebagai juri melawan Ramzi, Irwan Hakim dan Rina sebagai Hos serta Ivan Gunawan sebagai juri kostum dan juga Nazar  sebagai pembimbing para peserta.

Saya tidak habis pikir mengapa pengarah acara ini tidak segera mengarahkan agar jangan terjadi perdebatan yang membosankan, saya katakan bosan adalah lantaran nampaknya mereka saling mengingkari pendapat yang satu dengan yang lain tetapi dengan argumentasi yang kasar dan diulang ulang, dan apakah harus terjadi perdebatan antara juri dengan Hos. Ketika terjadi perdebatan yang kurang memberikan pencerahan dan kekayaan batin itu penon mungkin banyak seperti saya, yaitu memindahkan ke chanel yang lain, untuk kembali lagi setelah diperkirakan perdebatan usai.


Minggu, 08 Februari 2015

Mobil Nasional Cara Jokowi

Sudah lama kita menginginkan adanya Mobil Nasional tetapi sepertinya selalu terganjal kepentingan lain sehingga perwujudan mobil nasional selalu gagal. Saya ingat ketika mobil nasional menggandeng Korea yang memproduk sedan Timor, kita sepakat untuk mengatakan Mobnas Timor gagal. Lalu mobil nasional yang dinginkan agar terjangkau oleh kantong masyarakat kecil itu oleh SBY digantikan dengan memunculkan mobil murah dengan cara ekspor. Mobil itu bisa terbilang murah lantaran pemerintah membebaskan pungutan impor, sementara pungutan itu sejatinya selalin dalam rangka menumbuhkan produk dalam negeri dan juga pemasukan bagi Pemerintah. Dengan proyek mobil merah ala SBY itu sejatinya sangat merugian bangsa yang sekali lagi terganjal keinginannya memiliki mobil Nasional dengan harga terjangkau, karena tentu saja komponen mobil murah itu datang dari luar juga.
Kini giliran Presiden Jokowi juga mencoba menjawab keinginan rakyat untuk memiliki mobil produk sendiri dengan harga yang terjangkau kocek rakyat, tetapi kembali Pemerintah sepertinya tidak perlu pusing pusing ... kembali cukup impor saja yang kini Malaysia ketiban rejeki dari Indonesia, produk Malaysia yang sebenarnya kembang kempis ini kembali berkibar.
Sungguh Jokowi melupakan jasa jasa mobil produk sendiri yang melambangkan namanya hingga jadi Presiden, Mobil SMK ... jasa itu dilupakan saja oleh Jokowi. Akan besar kerugiannya bagi bangsa ini manakala kita memiliki Prtesiden yang tidak konsisten dalam hidupnya. 

Jumat, 30 Januari 2015

Jokowi Presiden Untuk Semua

Pertemuan Presiden Jokowi dengan Prabowo sangat menentramkan hati kita dan masayarakat semua karena selama ini ada media yang rajin sekali menyebar fitnah tentang persetruan negarawan tersebut sehingga ada pihak uang digambarkan oleh media sebagai tokoh yang digambarkan sebagai politikus jahat yang akan menjadi batusandungan Jokowi sehingga tak akan ada program Jokowi yang dapat dilaksanakan secara sempurna. Bahkan dikatakan bahwa Jokowi akan menggalang kekuatan rakyat untuk mengantisipasi kejahatan ini.
Pertemuan ini justeru menjadi sangat penting untuk dicatat karena pristiwa ini terjadi disaat saat Presiden Jokowi nampaknya menghadapi posisi yang sangat dillematis setelah Jokowi memperturutkan berbagai keinginan orang orang disekitarnya yang justeru keinginan itu menjadi konflik yang mencoreng prestasi 100 hari Kepresidenan Jokowi.



Jumat, 23 Januari 2015

Penangkapan Bambang Widjoyanto Bukti Buruknya Pilkada Langsung

Sangat terang dan jelas bahwa penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Wijayanto terkait dengan masalah tertundanya pelantikan Kapolri.itu sulit terpungkiri karena memang masyarakat semenjak terjadinya penetapan calon Kapolri menjkadi tersangka oeh KPK nampaknya akan berbuntut seperti ini, dan berdasarkan cerita Abraham Somad selaku Ketua KPK bahwa malam sebelumnya Bambang berucap kepada Abraham Samad bahwa malam ini katanya rasanya adalah malam terakhir bisa mendamping Abraham, deikian cerita Abraham Samad dengan isak haru yang tertahan.

Tetapi terus terang saya tidak berhasrat untuk mengulas banyak pristiwa ini, tetapi saya lebih tertarik dengan berbagai bukti betapa buruknya Pilkada bila dilaksanakan secara langsung seperti Pilkada Kotawaringin tahun 2010 yang lalu, dan kini berbuntut dendam berkepanjangan walaupun sudah lama penggugat kasus Pilkada ini mencabut gugatannya. Tetapi belakangan ada kabar bahwa tanggal 19 Januari 2015 ada penggugat baru melalui Kepolisian, itulah sebabnya Bambang Wijianto terpaksa diborgol polisi tanggal 23 Januari 2015 alias empat hari aetelah pengaduan masuk.



Kamis, 15 Januari 2015

Panggung (Sandiwara) Politik Indonesia

Presiden Jokowi  Harus Membayar Mahal Biaya Sandiwara Ini.

Pengajuan Calon Kapolri yang sarat masalah oleh Presiden Jokowi dimanfaatkan secara apik oleh koalisi Merah Putih dengan cara yang sangat indah. Jika sebelumnya ada kelompok yang menggambarkan kepada masyarakat akan identitas politik Koalisi Merah Putih bak penjahat dan penghianat Bangsa, maka momentum yang memang sudah carut marut ini justeru dimanfaatkan oleh koalisi Merah Putih untuk membantahnya, sekaligus membuktikan bahwa berita berita sebelumnya hanya bualan beracun oleh kelompok berhati kedil belaka.

Kelompoknya Abu Rizal juga mendompleng kecarut marutan ini untuk membuktikan bahwa Golkar kelompok Bali ingin benar benar membuktikan bahwa kelompok ini benar benar mendukung Jokowi, dengan kata lain tak perlulah Jokowi bermain mata dengan kelompok Agung Laksono yang baru bisa mencapai cuap cuap saja dalam mendukung Pemerintahan Jokowi, belum dibuktikan.  Nampak politisi Senayan lebih sigap dibanding Jokowi, pagi pagi para politisi yang gajinya dibayar dari uang rakyat itu kini rame rame cuci tangan, dan Presiden Jokowi terjebak posisi dilematis, dan kemungkinan besar harus cuci piring pula.