Kamis, 21 Mei 2015

Wajah Jokowi Yang Sesungguhnya

Semakin hari wajah Presiden Jokowi semakin menunjukkan wajah sesungguhnya, wajah sederhana, dan kurang menjanjian, untuk tidak dikatakan sebagai wajah yang sangat menghawatirkan. Semakin hari kita semakin sunyi dari harapan yang semula sangat dijanjikan, nampak lain Jokowi lain pula tim sukses dan relawannya. Andai Jokowi memiliki kesamaan dengan relawan, maka ini adalah waktu yang lebih dari cukup untuk membuktiokan kesungguhan kerja  bagi Jokowi bersama Tim nya.

SUDAHLAH .... mungkin ini peruntungan yang kurang bai bangsa ini. Yang paling penting bagi kami sebagai rakyat kecil, tidak ada hirukpikuk yang akan menurunkan Presiden Jokowi, karena hal tersebut harus dibayar dengan harga yang lebih mahal. Target kita sekarang adalah mengamankan periode Kepresidenan Jokowi selama lima tahun.
Kehirukpikuan yang melibatkan lembaga besar seperti KPK VS POLRI, Golkar dan PPP agar secepatnya mampu menyelesaikan secara kekeluargaan. Jangan terlalu berharap kepada pemerintah, karena nampaknya di belakang Pemerintah kita yang syah ini nampaknya ada kekuatan yang sangat besar, yang tak mampu diatasi Presiden kita, karena Presiden kita adalah sosok yang tulus ikhlas hanya untuk Bekerja, bekerja dan bekerja.
  

Rabu, 20 Mei 2015

Jokowi dan Inkonsistensi Kita.

Seorang mahasiswa dari sebuah Perguruan Tinggi Swasta dengan semangat yang menyala nyala laiknya seorang juru kampanye melampiaskan kekecewaannya kepada Presiden Jokowi tetapi sangat berbeda dengan apa yang disampaikannya pada saat kampanye Pilpres beberapa waktu yang lalu, pada saat itu Ia memuja Jokowi sebagai seseorang laiknya Malaikat tampa kesalahan, tiudak serakah dan bahkan tampa hawa nafsu, dengan agitasi yang meluap luap Ia menyimpulkan hanyalah Jokowi seorang di Indonesia ini yang mampu menyelamatkan bangsa, sehingga bangsa ini setara dengan bangsa bangsa lainnya di dunia. 
Revolusi mental, nawacita, serta semangat dan gelora perjuangan para founding father telah merasuki pikiran Jokowi sehingga kebangkitang bangsa Indonesia adalah sekarang atau tidak sama sekali. Demikian hebatnya seorang Jokowi di mata generasi muda kita.




Rupanya anak mda ini termakan oeh kalimat kalimat juruy kampanye, tim sukses atau apapun namanya, anak muda ini tidak sadar jika mereka yang banyak tampil di TV itu hanya omong kosong, lebih banyak bohong ketimbang bewnarnya. Dan ini adalah pelajaran yang terlampau mahal kita bayar.

Minggu, 17 Mei 2015

Moral Untuk Mepertahankan Negara RI.

Tidak kurang dari seorang Ketua Komnas HAM Perempuan dan seorang anggota DPR yang juga berkelamin perempuan yang tampil sinis terhadap kebijakanTNI yang kita cintai ini karena mengambil sikap slektif terhadap calon TNI yang tidak perawan lagi ketika akan mendaftar masuk TNI, seorang perempuan ketika masuk TNI seorang perempuan adalah terkelompok pada seseorang yang memiliki kemampuan mempertahankan keperawanannya. Hal ini memang telah dilakukan oleh TNI sejak tahun 1987 yang lalu. Tetapi di mata dua narasumber itu bahwa ini tidak ada kaitannya dengan sebagai TNI yang bermoral dan mampu mempertahankan keutuhan bangsa ini.
Bahkan dimata Ketua Komnas perempuan ini adalah diskriminasi , dan kemunduran, sementara dari wakil kita di DPRD justeru menganggap suatu kemunduran dan sama sekali bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh negara negara maju. 



Rabu, 11 Maret 2015

Hikmah Merenung Karena Sakit

Sesuai dengan Ahok yang kita kenal bersama lewat media massa, bisa jadi falsafah hidup Ahok adalah "Tiada Hari Tampa Marah Marah ", silakan hitung sendiri, tetapi rasanya 60% dari penampilan Ahok di layar TV adalah ketika orang nomor satu di DKI ini sedang melancarkan aksi marahnya. Melihat serunya Ahok marah dimanapun dan kapanpun maka seorang mengatakan jika Ahok berhenti marah barangkali beliau bisa jatuh sakit. Hahaha.

Ternyata teman tadi keliru, ternyata media Televisi agak mengurangi penayangan gambar Ahok Marah tetapi dikabarkan Ahok sakit. Ternyata beliau akan berhenti marah ketika sakit, alias tidak ada yang mampu menghentikan Ahok Marah selain jatuh sakit, konom beliau menderita Demam Berdarah, televisipiun sedikit agak sepi. Sejatinya Ahok harus bersyukur dalam terpaksa cuti marah, karena marah itu tidak baik menurut agama.




Dua Menteri , Masih Mencoba Bohongi Rakyat

Kemaren Sore sebuah TV Swasta memberitakan tentang tanggapan dua orang menteri pembantu Presiden Jokowi terkait kenaikan dolar hingga menembus Rp. 13.000,00- perdolarnya. Dengan santainya dua menteri itu mengatakan bahwa kenaikan dolar itu adalah sesuatu yang sangat wajar dan bahkan Menteri satunya lagi mengatakan bahwa kenaikan dolar itu berkah bagi Bangsa Indonesia, sementara tambah berita itu bahwa Sofyan Jalil sebagai Menko Prekonomian belum dapat memberikan gambar tentang langkah langkah yang akan ditempuh terkait kenaikan dolar yang cukup mengejutkan ini.

Jawaban Sofyan Jalil jelas sangat mengecewakan, karena  tidak punya konsep, sementara dua orang menteri yang saya tak sudi menyebutkan namanya sangat mengundang kebencian, karena mereka berdua mencoba bohongi rakyat.



Selasa, 03 Maret 2015

RAHMAN HARUN "WIDURI"

Malam itu sesi acara pelatihan "Pendidikan Untuk Semua"  di Kota Solo berakhir lebih cepat dari malam sebelumnya sehingga banyak waktu bagi kami berdua untuk menikmati indahnya kota Solo di waktu malam. Sayang hujan rintik gerimis tak juga sudah. Terpaksa kami berdua mencari hiburan lainnya di hotel itu dan pilihan jatuh pada ruang Coffe atau apa namanya yang menyediakan aneka minuman yang dilengkapi orgen secara life, yang disediakan di hotel itu. Apa lacur pada saat yang sama lampu lampu hendak dipadamkan karena malam ini sepi pengunjung, alasan seorang karyawan. Dan negopun berlangsung, kami berdua butuh hiburan sementara pemain orgen dan karyawan lainnya butuh uang, maka titik temunya adalah  kami harus membayar sejumlah uang yang saya nilai tak seberapa mahal.
Di ruang yang cukup besar itu hanya ada kami berempat, yaitu pemain orgen, seorang karyawan, dan kami berdua, lampu lampu dihidupkan sehingga kesepian semakin terasa menusuk bersama dinginnya malam itu.  Si karyawan menawarkan minuman, secara iseng aku memesan wedang ronde atau wedang bandrek yang aku yakin tidak ada di hotel itu .., eeiii ... ternyata ada. Tetapi lumaian tubuh menjadi hangat. Dan lebih hangangat lagi setelah bergantian kami menyanyikan lagu kesayangan masing masing, Salah satu lagu yang dinyanyi adalah lagu "Widuri" inilah sekelumit kenangan bersama A.Rahman Harun yang pada hari selalsa 3 Maret 2015 yang lalu berhasil lulus dalam ujian Disertasinya di Pascasarjana IAIN Rd. Intan 



Jumat, 20 Februari 2015

Berebut Kekuasaan dan Simpati antara Syaiful Jamil >< Ramzie, Hakiem, Rina dan Irvan

Sejatinya seluruh acara yang ditampilkan di media massa memiliki unsur pendidikan yang menonjol, tetapi keinginan seperti ini sering nampak sulit kita dapatkan pada acara D' Academi yang katanya ingin menlahirkan seorang penyanyi yang berkarakter, kreatif dan berpotensi luar biasa. Terus terang secara pribadi saya kadang terasa merasa bosan dan kecewa ketika terjadi perdebatan antara Syaiful Jamil yang bertindak  sebagai juri melawan Ramzi, Irwan Hakim dan Rina sebagai Hos serta Ivan Gunawan sebagai juri kostum dan juga Nazar  sebagai pembimbing para peserta.

Saya tidak habis pikir mengapa pengarah acara ini tidak segera mengarahkan agar jangan terjadi perdebatan yang membosankan, saya katakan bosan adalah lantaran nampaknya mereka saling mengingkari pendapat yang satu dengan yang lain tetapi dengan argumentasi yang kasar dan diulang ulang, dan apakah harus terjadi perdebatan antara juri dengan Hos. Ketika terjadi perdebatan yang kurang memberikan pencerahan dan kekayaan batin itu penon mungkin banyak seperti saya, yaitu memindahkan ke chanel yang lain, untuk kembali lagi setelah diperkirakan perdebatan usai.