Sunday, April 24, 2016

Sebelas Tahun Menganakpinakkan Modal Milik Rakyat Adalah Lebih dari Cukup Bagi Para Penyamun Itu Untuk Merebut Kekuasaan di Indonesia

Sebelas tahun adalah waktu yang lebih dari cukup bagi para penyamun menganakpinakkan uang rakyat Indonesia di negeri nun jauh disana, apalagi jumlahnya konon bisa melibihi APBN setahun di masa masa paceklik. Bagi para penyamun itu sejatinya cukup tiga tahun saja mereka telah mampu melipatgandakan uang yuang mereka gondol untuk panen raya dan selanjutnya mereka bermodal besar untuk memenangi Pilkada di seluruh Provinsi di Indonesia. Apalagi ini menacapai sebelas tahun, maka untuk biaya Pilkada, Pilpres dan Pemilihan Legislatif untuk mempecundangi lawan lawan politikpun maka biaya yang mereka keluarkan itu tak akan  sebanding dengan uang berhasil mereka yang mereka kumpulkan dalam sebelas tahun ini. Jangan heran bila seandainya mereka akan memenangkan Pilbub, Pilgub, Pilpres dan Pemilihan Legislatif di tingkat pusat. Pernyataan saya ini jelas tak didukung data serta hitung hitungan matang, karena itu tak mungkin mampu kita lakukan, karena para penyamun  itu bukan hanya memiliki sekian banyak nama, sekian banyak pasport, tetapi yang semua tahu mereka juga memiliki sekian banyak perusahaan, yang di Indonesia saja masih tetap berkibar walaupun mereka tinggalkan, apatah lagi yang mereka bangun di negeri jiran sana.

Friday, March 25, 2016

Kalah Uang Untuk Melawan Ahok.

Setelah Kwik Kian Gie mengungkapkan bahwa Jokowi Sukses dalam Pilpres karena ditopang oleh setidaknya lima raja ung asal Taipan, kini Ahmad Dani mengatakan bahwa Ahok juga ditopang sejumlah pengusaha, A.Dhani belum menyebut apakah nama nama Raja uang itu juga dari kelompok Pengusaha Taipan yang juga sukses menopang Jokowi. Tetapi ada nada bicara yang sangat memoerihatinkan dari ucapan A.Dhani yang mengatakan jangankan melawan sejumlah pengusaha itu, melawan satu pengusaha saja kita tidak mampu kata A.Dhani, yang kita kenal sebagai sorang yang sukses dalam karirnya, jika Adhani yang memiliki kemampuan ekonom yang mapan saja merasa ciut apatah lagi mereja yang memang kita kenal sebagai sebagai seorang yang tak punya banyak uang. Tak dapat dipungkiri bahwa untuk pemilihan bupati saja membutuhkan uang banyak. Memang muncul  sejumlah nama yang mengaku sukses tampa mengeluarkan uangbanyak, bahkan dahulu Jokowi tersiar lkabar mengumpulkan sumbangan seribu dua ribu dari rakyat kecil, hanya belakangan saja Kwik Kian Gie mengungkap canpur tangan sejumlah pengusaha Taipan, dan ini tak dibantah oleh pihak manapun karena Pilpres memang telah berlalu;

Wednesday, March 9, 2016

Mulut Ahok dan Nasib Bangsa

Sosok Ahok menjadi luar biasa seperti halnya Jokowi adalah berkat kerja keras para jurnalis kita, bertahun tahun para jurnalis melakukan ijtihad untuk melahirkan sosok masa depan yang akan memimpin dan membangun bangsa ini, dan hasil ijtihad itu melahirkan dua sosok yang terideal memimpin bangsa atas hasil ijtihad jurnalis adalah Jokowi dan Ahok, setidaknya dalam dua puluh tahun kedepan atau empat periode kepemimpinan Bangsa ini akan sangat diwarnai oleh kedua tokoh ini dengan lagika masing masing dua periode, dan empat periode ini cukup untuk menentukan akan seperti apa Indonesia pada periode periode berikutnya.
Mengapa ini disebut sebagai ijtihad jurnalis, karena kemunculan Ahok tidak terepas dari kerja keras jurnalis serta menyediakan ruang yang cukup untuk mempublikasikan segasla aktivitas Ahok sehingga Ahok benar benar menjadi populer dan bahkan menjadi sangat dekat dengan masyarakat.

Monday, January 25, 2016

POLITIK JANGKA PENDEK GOLKAR

Begitu Munas Golkar dimulai semakin terang benderang bahwa Kubu Abu Rizal Bakrie akan merapat ke Pemerintah, bisa jadi ini kelanjutan dari pertemuan Abu Rizal Bakrie dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. dan ini juga bermakna bahwa Bangsa Indonesia akan tertunda memiliki Parpol opposisi yang kuat, seperti kita ketahui bahwa partai pendukung dan opposisi sama mulianya dsalam dunia politik dan demokrasi.
Tetapi pristiwa ini bukan tak bermanfaat bagi kemajuan bangsa, kalaupun demikian Golkar tidak kehilangan untuk kritis dengan dalih partisipasi korektif terhadap Pemerintahan Jokowi, jika seandainya Golkar tak tergiur dengan iming iming kursi kabinet.


Thursday, December 17, 2015

Di Atas Langit Ada Langit

Seseorang yang terbilang sukses dalam usia relatif muda terkadang dapat dimabukkan oleh kesuksesannya itu sendiri manakala Ia tak mampu membatasi diri atas keyakinannya bahwa Dia bisa dan Dia mampu. Karena di atas langit ternyata masih ada langit, jika kita merasa pintar, maka ketahuilah bahwa banyak orang yang lebih pintar, dan ada juga yang pintar tetapi kebelinger, Ia menjadi nampak bodoh dengan kepintarannya itu. Bila seseorang merasa kaya, maka ketahuilah banyak orang yang lebih kaya, dan banyak orang miskin yang lebih pemurah, pada hakikatnya orang yang pemurah dan memiliki kemampuan memberi akan jauh lebih kaya dari pada orang yang jarang bersedekah. Ketia batu merasa sebagai benda yang paling keras dan terkalahkan maka kenyataannya banyak batu besar yang yang dipecahkan berkeping keping ternyata oleh seorang yang tidak muda lagi bahkan terbilang renta. dan celakanya lagi sosok renta itu mampu memecahkan banyak batu besar dan hanya menerima upah yang sangat rendah. Dialah yang membuktikan bahwa kerasnya batu itu dapat dikalahkan dengan mudah oleh kerasnya daya kerja oleh si sosok renta sekalipun.



Terdengar kabar, terbaca berita,bahwa tokoh vokalis Faisal Akbar yang mendapat acungan jempol dalam rapat pansus Century dahulu, kini seteloh berpindah politik masuk Nasdem, katanya dipecat oleh pimpinan DPR karena diduga membocorkan isi sidang MKD yang sesungguhnya dinyatakan tertutup.
Politisi yang oleh sementara kelompok yang menyayangkan kepindahannya dari satu partai ke partai lain khawatir dinilai sebagai politisi kutu loncat.

Monday, November 16, 2015

Sang Profesor Sahabatku.

Saya dan beliaupun pasti tak ingat lagi hari dan tanggal serta jamnya, tapi saya yakin kami berdua tak akan lupa dengan peristiwa itu. Peristiwa yang saya simpan simpan itu justeru beliau sendiri yang mengungkapkannya, dalam suatu pertemuan terbatas beliau sendiri yang bercerita bahwa setelah terpilihnya beliau menjadi Dekan di Ushuluddin IAIN Rd.Intan, beliau datang ke rumah seraya bercerita bahwa beliau telah terpilih sebagai Dkan, dan sudah barang tentu meminta saran jika andai ada pemikiran untuk memajukan pengembangan pemikiran disiplin ilmu Ushuluddin di mana kami sama sama dibesarkan.

Setelah bicara dan berceritera tentang perkembangan ilmu Ushuluddin, lalu saya katakan. Jika ada sahabatku yang terpilih menjadi Dekan ataupun menjadi Rektor sekalipun, maka bagi kami kami yang berada di luar IAIN ini tidaklah menganggapnya sebagai berita besar, itu kami anggap berita biasa saja. Tetapi berita yang kami tunggu tunggu adalah siapa saja sahabat yang telah menyelesaikan program S3 nya dan meraih gelar Dr atau lainnya,  dan siapa pula yang telah mencapai gelar Provesornya. Sejenak kami berdua terdiam, kami hanyut dibawakan oleh fikiran kami masing masing.

Terbaca ada acun facebook seorang sahabat bahwa Bapak Dr. Baharudin M.Hum telah mencapai gelar Profesor. Alhamdulillah hati ini benar benar sangat bahagia, apa yang kami idamkan di luar pagar ini tersanjung dengan berita itu. Kami sendiri sangat menyadari bahwa untuk mencapai gelar Academis tersebut sangatlah banyak persyaratannya. Namun demikian bukan berarti tidak mungkin tercapai.

Mengapa kami ingin

Wednesday, November 11, 2015

Semangat PKI masih belum Padam ?

Partai Komunis Indonesia (PKI) berulangkali  melakukan penghianatan keji di Bumi Indonesia ini, tetapi sebanyak itu pula PKI mampu meningkatkan pengaruhnya di Indonesia. PKI yang semula hanya partai gurem itu lambat tetapi pasti meningkatkan pengaruhnya, hingga mencapai posisi 4 besar dari belasan atau mungkin puluhan partai yang pernah ada pada saat itu. PKI memang partai ulet, licik, dan juga kejam bahkan biadab. Tetapi berdasarkan pengakuyan Komnas HAM Indonesia, mereka sudah mencari cari sejarah dan data tentang penghianatan PKI di Indonesia ternyata tidak pernah diketemukan data yang sahih. bahkan HAM hanya menemukan adanya data sahih tentang kekejaman Pemerintah dan Bangsa Indonesia tokoh dan aktivis PKI bahkan hingga anak dan keturunan mereka, sehingga sejumlah aktivis Komnas Ham menuntut agar Pemerintah dan Bangsa Indonesia meminta maaf kepada tokoh dan aktivis PKI  serta anak keturunan mereka.

Kekhawatiran kita akan kembalinya semngat politik PKI selama ini akhirnya menjadi kenyataan dengan digelarnya pengadilan rakyat. Mulai Selasa (10/11/15) sampai Jumat (13/11/15), International People's Tribunal atau pengadilan rakyat mulai digelar di Den Haag, Belanda.  Pengadilan ini berupaya untuk mengungkap peristiwa pembantaian di Indonesia antara tahun 1965 sampai 1966.