Senin, 29 Juni 2015

KENANGAN DI SUNGAI MUSI

Sejak masa kanak kanak saya telah menyenangi lagu Sebiduk Di Sungai Musi, tetangga kami yang mungkin orang terkaya di Kecamatan Pagelaran pada saat itu hampir setiap hari memutar gramapon menyanyikan lagu ini karena mungkin jumlah piringan hitamnya juga terbatas, sehingga bisa dikatakan aku hapal 80% lirik lagu itu.Tetapi baru pada usiaku yang ke 61 tahun ini aku benar benar memiliki kenangan indah bersama sungai musi, Untuk itu tak segan segan kucelupkan tanganku ke air sungai Musi yang keruh itu.
Ya ... kenangan dalam perjalanan menuju Desa Karang Makmur Primer 8 Karang Agung Ilir Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. Statusku sebagai District Advisory Team (DAT) dalam Program PKP SPM Dikdas dengan  bantuan dana dari ADB. Kenangan  inipun terjadi.


Perjalanan menuju karang desa Karang  Makmur Kecamatan Lalan mengharuskan kami mengarungi tepian sungai Musi dan keluar masuk Primer sungai buatan di Kecamatan Lalan itu. Tak urung membuat hati berdebar debar ketika spitbot yang kami gunakan sejatinya terlampau kecil dan bermuatan over, Kapasitas yang sejatinya untuk enam orang kami paksakan ditumpangi oleh 8 orang, Kami sudah biasa bahkan sampai sepuluh orang, kata si pengemudinya.

Tidak seperti lirik lagu yang mengatakan 'Kugenggam tangannya yang halus mulus'  teman duduknya, saya justeru hanya tak segan menyentuh air yang nampak keruh, dengan begitu maka  sah rasanya aku bersentuhan dngan sungai Musi yang telah menyimpan sejuta cerita itu. Sekalipun hari terhibur dan berbagai pemandangan indah telah didapatkan oleh tustel poket  walau hanya  berpiksel kecil itu.

Terjangan ombak yang diakibatkan oleh berlalunya spitbot lainnya tak pelak membuat nafas tertahan, selain biduk menjadi oleng, secara tiba tiba saja spitbot berubah arah membelah ombak. Sekalipun kecil, ombak itu membuat perjalanan sangat yidak nyaman, semakin serting kami perwis semakin sering kami merasakan metidaknyamanan itu.

Saya menjadi heran terhadap mereka yang memang telah terbiasa menggunakan kendaraan itu, seoleng apapun kendaraan kami kereka tetap saja tak bangun dari tidurnya.  

Kamis, 25 Juni 2015

Justeru Yang Puasalah Yang Harus Toleransi Kepada yang Tidak Puasa.


Bukan hanya Ahok, tetapi juga tidak kurang dari seorang Meteri Agama menghimbau agar mereka yang sedang berpuasa harus toleransi kepada mereka yang tidak puasa. Jia dahulu himbawan muncul berbunyi "Hormatilah Orang Puasa", Aha ... nampaknya kini telah berubah, toleransilah kepada mereka yang tidak puasa, atau dalam kalimat Ahok "Jangan Paksa Puasa Orang Yang tak Puasa" Himbawan MUI agar warung makan tutup siang hari di bulan Romadhon. Kata pemuja Ahok bahwa Ahok berhasil mematahkan himbawan Ketua MUI Din Syamsuddin. Lalu kita harus bilang apa ?.


Tidak heran bila sekarang orang berani berbicara seperti itu, asal muasalnya adalah melihat prilaku orang Islam sendiri. Pada saat tahun ketika terjadi ketidak seragaman dalam memulai puasa Romadhon , ada peserta sidang Isbad yang disiarkan secara langsung dengan bicara perapi api meminta kepada Pmerintah agar menindak mereka yang melaksanakan puasa lebih dahulu dari hari yang ditetapkan oleh Pemerintah.  Kalau ingin puasa duluan hendaklah diam diam kata sipembicara, jangan diumumkan, dan solat tarawehpun harus diam diam. Dengan kata lain harus toleransi kepada mereka yang belum melakukan puasa.

Nampaknya himbawan agar mereka yang puasa menghormati orang yang tidak puasa yang disampaikan oleh sang pembicara di sidang isbat siaran langsung itu, kini benar benar menjadi inspirasi, untuk membalikkan suasana yang semula himbawan untuk menghormati orang yang puasa, kini justeru yang puasalah yang harus toleransi kepada mereka yang tidak puasa.

Kamis, 18 Juni 2015

Membaca Al-Quran Versi Jawa Haram dan Mendatangkan Fitnah..

Saya tidak tahu persis apakah melantunkan ayat Al-Quran dengan bacaan versi Jawa itu dimaksudkan sebagai bagian dari Revolusi Mental sebagai Program utama dari Presiden Jokowi. Mereka mereka yang yang memiliki bakat untuk cari muka dan cari simpati di depan Presiden bagaikan koor mengatakan bahwa tidak masalah dan bahkan bagus bila al-Quran itu dapat dikombinasi dengan seni Nusantara. Mereka yang cari muka didepan Presiden barangkali memang memiliki kepentingan, yang siap ditukar dengan apapun untuk mencapai ambisinya.
Mereka semua belakangan barusan terkejut lantaran banyak diantara ummat yang tidak terima al-Quran yang suci itu diaduk aduk dengan seni tradisional dari komunitas manapun. Tidak kurang dati seorang Kemenag mengakui itu semua kesalahannya secara pribadi bukan keinginan dari Presiden Jokowi, yang memprogramkan Revolusi mental itu.



Rabu, 27 Mei 2015

Bekerja (lah) Untuk Rakyat.

Bukan hanya dalam bidang politik dan hukum, serta olahraga, tetapi dalam bidang ekonomi dan kesehatan kita dikejutkan oleh sikap Pemerintah yang kontroversi, tepatnya maslah beras palsu yang jelas jelas terkait dengan ekonomi dan kesehatan Pemerintah memberikan berbeda dengan  apa yang telah disimpulkan serta diumumkan oleh laboratorium Scufindo. Penelitian ini menyimpulkan adanya beberapa kandungan berbahaya bagi kesehatan, sementara penelitian yang dilakukan oleh lembaga Pemerintah menyimpulkan nihil, ternyata itu benar beras dan tak ada kandungan apapun yang membahayakan bagi manusia.Kita tidak tahu beras yang mana yang diteliti oleh Scufindo, dan beras yang mana pula yang diteliti oleh Pemerintah.Rakyat merasa diperemainkan.



Kamis, 21 Mei 2015

Wajah Jokowi Yang Sesungguhnya (Kah) ?

Semakin hari wajah Presiden Jokowi semakin menunjukkan wajah sesungguhnya, wajah sederhana, dan kurang menjanjian, untuk tidak dikatakan sebagai wajah yang sangat menghawatirkan. Semakin hari kita semakin sunyi dari harapan yang semula sangat dijanjikan, nampak lain Jokowi lain pula tim sukses dan relawannya. Andai Jokowi memiliki kesamaan dengan relawan, maka ini adalah waktu yang lebih dari cukup untuk membuktiokan kesungguhan kerja  bagi Jokowi bersama Tim nya.

SUDAHLAH .... mungkin ini peruntungan yang kurang bai bangsa ini. Yang paling penting bagi kami sebagai rakyat kecil, tidak ada hirukpikuk yang akan menurunkan Presiden Jokowi, karena hal tersebut harus dibayar dengan harga yang lebih mahal. Target kita sekarang adalah mengamankan periode Kepresidenan Jokowi selama lima tahun.
Kehirukpikuan yang melibatkan lembaga besar seperti KPK VS POLRI, Golkar dan PPP agar secepatnya mampu menyelesaikan secara kekeluargaan. Jangan terlalu berharap kepada pemerintah, karena nampaknya di belakang Pemerintah kita yang syah ini nampaknya ada kekuatan yang sangat besar, yang tak mampu diatasi Presiden kita, karena Presiden kita adalah sosok yang tulus ikhlas hanya untuk Bekerja, bekerja dan bekerja.
  

Rabu, 20 Mei 2015

Jokowi dan Inkonsistensi Kita.

Seorang mahasiswa dari sebuah Perguruan Tinggi Swasta dengan semangat yang menyala nyala laiknya seorang juru kampanye melampiaskan kekecewaannya kepada Presiden Jokowi tetapi sangat berbeda dengan apa yang disampaikannya pada saat kampanye Pilpres beberapa waktu yang lalu, pada saat itu Ia memuja Jokowi sebagai seseorang laiknya Malaikat tampa kesalahan, tiudak serakah dan bahkan tampa hawa nafsu, dengan agitasi yang meluap luap Ia menyimpulkan hanyalah Jokowi seorang di Indonesia ini yang mampu menyelamatkan bangsa, sehingga bangsa ini setara dengan bangsa bangsa lainnya di dunia. 
Revolusi mental, nawacita, serta semangat dan gelora perjuangan para founding father telah merasuki pikiran Jokowi sehingga kebangkitang bangsa Indonesia adalah sekarang atau tidak sama sekali. Demikian hebatnya seorang Jokowi di mata generasi muda kita.




Rupanya anak mda ini termakan oeh kalimat kalimat juruy kampanye, tim sukses atau apapun namanya, anak muda ini tidak sadar jika mereka yang banyak tampil di TV itu hanya omong kosong, lebih banyak bohong ketimbang bewnarnya. Dan ini adalah pelajaran yang terlampau mahal kita bayar.

Minggu, 17 Mei 2015

Moral Untuk Mepertahankan Negara RI.

Tidak kurang dari seorang Ketua Komnas HAM Perempuan dan seorang anggota DPR yang juga berkelamin perempuan yang tampil sinis terhadap kebijakanTNI yang kita cintai ini karena mengambil sikap slektif terhadap calon TNI yang tidak perawan lagi ketika akan mendaftar masuk TNI, seorang perempuan ketika masuk TNI seorang perempuan adalah terkelompok pada seseorang yang memiliki kemampuan mempertahankan keperawanannya. Hal ini memang telah dilakukan oleh TNI sejak tahun 1987 yang lalu. Tetapi di mata dua narasumber itu bahwa ini tidak ada kaitannya dengan sebagai TNI yang bermoral dan mampu mempertahankan keutuhan bangsa ini.
Bahkan dimata Ketua Komnas perempuan ini adalah diskriminasi , dan kemunduran, sementara dari wakil kita di DPRD justeru menganggap suatu kemunduran dan sama sekali bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh negara negara maju.