Friday, June 24, 2016

POLITIK KAWIN CERAI Dan PENGALAMAN PAHIT TEMAN AHOK.

Teman Ahok itu ibarat gadis belia, dan memang mereka adalah anak anak muda yang tentu saja belum banyak makan asam garam serta pahit getirnya dunia perpolitikan, sedikit mengejutkan mereka kawin dengan seorang Ahok yang ibarat lelaki dia berpengalaman kawin dan cerai dalam gaya berpolitiknya, berawal dari bergabung dengan Partai Baru yang tak bertahan lama, lalu berpindah ke Golkar, cerai dengan Golkar pindah ke Gerindra. Lalu keluar dari Gerindra berteman dengan Teman Ahok dan naga naganya Teman Ahok akan ditinggalkanya untuk bergabung kembali dengan Golkar, maka lengkaplah sudah bahwa dalam berpolitik Ahok hanya ingin mencari keuntungan.
Dengan pengalamannya kawinm cerai dengan Partai Politik, maka Ahok sangat mengetahui Partai bukan hanya kulit luar belaka, tetapi hingga ke isi dalamnya. Tetapi Ahok adalah Ahok, maka dalam berpolitik Ibarat lelaki maka Ia tak segan segan suatu saat akan meninggalkan isterinya manakala ada yang lebih cantik dan menggairahkan, untuk mencapai cita cita politiknya, yaitu kursi Presiden.

Saturday, June 18, 2016

LANGKAH KPK AKAN MEMBUAT CHEOS.

Mencengangkan ketika tidak kurang dari seorang Cahyo Kumolo politikus berpengalaman yang kini menduduki Jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri yang menandatangani surat salah ketik, terketik di surat itu alamat yang menhenyak hati "Kepada Yth. Ketua Komisioner Perlindungan Korupsi yang disampaikan kurir ke alamat KPK, koq bisa terjadi ? Apakah penandatangan dan pejabat pemaraf surat sama sama tidak baca. Tak urung KPK yang sejatinya berkepanjangan Komisioner Pemberantas Korupsi itu menerima tak enak hati dan dengan sungkan mengembalikan surat itu ke Kementerain Dalam Negeri, sontak kita diluar Pemerintahan membahasnya di segala level terbawah. Sebagai pengisi waktu menunggu bedug magrib tanda berbuka puasa bersama tetangga kanan kiri. Sumpah serapahpun tak pelak ditujukan kepada pengetik surat.

Tetapi belakangan kita baru paham ketika tersebarluas berita yang mengatakan bahwa KPK menolak hasil audit yang dimintanya sendiri kepada BPK, audit BPK menemukan bahwa telah ditemukan indikasi kerugian Negera dalam pembelian Rumah Sakit Sumberwaras oleh Pemda DKI dalam jumlah yang sangat banyak sekali. Berita ini bukan main main karena terkait lembaga tertinggi audit milik resmi Pemerintah. Tidak percaya kepada hasil audit BPK sama saja dengan tidak percaya kepada Pemerintah.Dan ini baru kali pertama terjadi.Dan lebih gilanya lagi KPK telah membukakan selebar lebarnya bagi publik dan seolah olah publik dipersilakan menilai hasil audit Pemerintah, jelas ini akan mengundang pro dan kontra secara tidak bertanggung jawab, dan ujung ujungnya nanti bisa terjadi cheos.



LANGKAH YUSRIL TERHENTI ?

Provesor Yusril Ihza Mahendra pakar Hukum Tatanegara yang semula bertekad manju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dan sekaligus berhadapanm dengan Calon petahana AHOK alias Basuki Cahaya Purnama nampaknya mengalami lesu darah dan terhenti. Wallohua'lam bishowab. Namun demikian memang tidak ada tanda tanda adanya aktivitas perpolitikan, seperti belusuikan yang semula sudah dipertunjukkannya.

Nampaknya momentum Yusril untuk maju dalam Pilkada kali ini tidak menemukan momen yang tepat, hal tersebut antara lain adalah akibat ulah Ahok yang berawal dari keluarnya Ahok dari Partai Gerindra yang mengusungnya menjadi Wakil Gubernur DKI mendampingi Jokowi, yang kelak meninggalkan kursi ini menuju kursi RI yang ternyata sukses.

Sunday, April 24, 2016

Sebelas Tahun Menganakpinakkan Modal Milik Rakyat Adalah Lebih dari Cukup Bagi Para Penyamun Itu Untuk Merebut Kekuasaan di Indonesia

Sebelas tahun adalah waktu yang lebih dari cukup bagi para penyamun menganakpinakkan uang rakyat Indonesia di negeri nun jauh disana, apalagi jumlahnya konon bisa melibihi APBN setahun di masa masa paceklik. Bagi para penyamun itu sejatinya cukup tiga tahun saja mereka telah mampu melipatgandakan uang yuang mereka gondol untuk panen raya dan selanjutnya mereka bermodal besar untuk memenangi Pilkada di seluruh Provinsi di Indonesia. Apalagi ini menacapai sebelas tahun, maka untuk biaya Pilkada, Pilpres dan Pemilihan Legislatif untuk mempecundangi lawan lawan politikpun maka biaya yang mereka keluarkan itu tak akan  sebanding dengan uang berhasil mereka yang mereka kumpulkan dalam sebelas tahun ini. Jangan heran bila seandainya mereka akan memenangkan Pilbub, Pilgub, Pilpres dan Pemilihan Legislatif di tingkat pusat. Pernyataan saya ini jelas tak didukung data serta hitung hitungan matang, karena itu tak mungkin mampu kita lakukan, karena para penyamun  itu bukan hanya memiliki sekian banyak nama, sekian banyak pasport, tetapi yang semua tahu mereka juga memiliki sekian banyak perusahaan, yang di Indonesia saja masih tetap berkibar walaupun mereka tinggalkan, apatah lagi yang mereka bangun di negeri jiran sana.

Friday, March 25, 2016

Kalah Uang Untuk Melawan Ahok.

Setelah Kwik Kian Gie mengungkapkan bahwa Jokowi Sukses dalam Pilpres karena ditopang oleh setidaknya lima raja ung asal Taipan, kini Ahmad Dani mengatakan bahwa Ahok juga ditopang sejumlah pengusaha, A.Dhani belum menyebut apakah nama nama Raja uang itu juga dari kelompok Pengusaha Taipan yang juga sukses menopang Jokowi. Tetapi ada nada bicara yang sangat memoerihatinkan dari ucapan A.Dhani yang mengatakan jangankan melawan sejumlah pengusaha itu, melawan satu pengusaha saja kita tidak mampu kata A.Dhani, yang kita kenal sebagai sorang yang sukses dalam karirnya, jika Adhani yang memiliki kemampuan ekonom yang mapan saja merasa ciut apatah lagi mereja yang memang kita kenal sebagai sebagai seorang yang tak punya banyak uang. Tak dapat dipungkiri bahwa untuk pemilihan bupati saja membutuhkan uang banyak. Memang muncul  sejumlah nama yang mengaku sukses tampa mengeluarkan uangbanyak, bahkan dahulu Jokowi tersiar lkabar mengumpulkan sumbangan seribu dua ribu dari rakyat kecil, hanya belakangan saja Kwik Kian Gie mengungkap canpur tangan sejumlah pengusaha Taipan, dan ini tak dibantah oleh pihak manapun karena Pilpres memang telah berlalu;

Wednesday, March 9, 2016

Mulut Ahok dan Nasib Bangsa

Sosok Ahok menjadi luar biasa seperti halnya Jokowi adalah berkat kerja keras para jurnalis kita, bertahun tahun para jurnalis melakukan ijtihad untuk melahirkan sosok masa depan yang akan memimpin dan membangun bangsa ini, dan hasil ijtihad itu melahirkan dua sosok yang terideal memimpin bangsa atas hasil ijtihad jurnalis adalah Jokowi dan Ahok, setidaknya dalam dua puluh tahun kedepan atau empat periode kepemimpinan Bangsa ini akan sangat diwarnai oleh kedua tokoh ini dengan lagika masing masing dua periode, dan empat periode ini cukup untuk menentukan akan seperti apa Indonesia pada periode periode berikutnya.
Mengapa ini disebut sebagai ijtihad jurnalis, karena kemunculan Ahok tidak terepas dari kerja keras jurnalis serta menyediakan ruang yang cukup untuk mempublikasikan segasla aktivitas Ahok sehingga Ahok benar benar menjadi populer dan bahkan menjadi sangat dekat dengan masyarakat.

Monday, January 25, 2016

POLITIK JANGKA PENDEK GOLKAR

Begitu Munas Golkar dimulai semakin terang benderang bahwa Kubu Abu Rizal Bakrie akan merapat ke Pemerintah, bisa jadi ini kelanjutan dari pertemuan Abu Rizal Bakrie dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. dan ini juga bermakna bahwa Bangsa Indonesia akan tertunda memiliki Parpol opposisi yang kuat, seperti kita ketahui bahwa partai pendukung dan opposisi sama mulianya dsalam dunia politik dan demokrasi.
Tetapi pristiwa ini bukan tak bermanfaat bagi kemajuan bangsa, kalaupun demikian Golkar tidak kehilangan untuk kritis dengan dalih partisipasi korektif terhadap Pemerintahan Jokowi, jika seandainya Golkar tak tergiur dengan iming iming kursi kabinet.